
Gagal menurut bahasa berarti tidak berhasil, tidak
tercapai maksudnya atau kebalikan dari kata SUKSES. Kegagalan menjadi suatu
momok yang sulit dihapuskan. Hal ini diakibatkan oleh kesalahan sudut pandang
manusia dalam melihat perspektif usaha, juga karena minimnya pengertian tentang
hakikat perjuangan.
Orang memberi
nilai yang tinggi bagi siapa saja yang mampu menghasilkan sesuatu yang hebat,
namun akan memandang rendah dan mencemooh siapa saja yang gagal menghasilkan
sesuatu yang hebat itu. Lihat saja, masyarakat akan mengacungkan jempol dan
memberi pujian pada murid yang berhasil menjadi siswa teladan atau juara
karate. Sebaliknya, masyarakat akan menertawakan bahkan mencibir seorang murid
yang tidak lulus ujian atau kalah dalam perlombaan.
Tetapi, apakah benar, orang-orang yang sukses, siswa teladan dan juara karate itu mempunyai nilai dan derajat lebih tinggi dari orang-orang yang gagal?
Jawabannya tidak!
Manusia hanya
mampu berencana dan berikhtiar, namun hasil dari ikhtiar itu merupakan urusan
Allah SWT. Entah itu sukses atau gagal, segalanya telah diatur sedemikian rupa.
Yang perlu diingat, Allah menilai ikhtiar, kesungguhan dan semangat kita dalam
usaha menuju suatu hasil akhir. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berijtihad
dalam menyelesaikan suatu perkara dan ijtihadnya itu salah, maka ia mendapat
satu pahala. Dan barangsiapa berijtihad dan ijtihadnya itu benar, maka ia
mendapat dua pahala. Jelas sekali bahwa Allah sangat menghargai suatu usaha
manusia meski usaha itu gagal.
Ada pepatah yang berbunyi “Kegagalan adalah awal dari
sebuah keberhasilan”. Ini berarti kegagalan merupakan suatu persiapan menuju
kesuksesan atau hasil akhir yang diinginkan. Saya sendiri dulu tidak terlalu
meyakini pepatah ini sehingga saya sering kecewa dan marah jika apa yang telah
saya usahakan dengan penuh perjuangan ternyata gagal dan tidak memuaskan.Tetapi
beberapa tahun kemudian saya sadar, ternyata pepatah itu benar! SubhanAllah,
keinginan yang gagal diraih sebelumnya ternyata berhasil digapai bahkan lebih
dari yang diharapkan beberapa tahun kemudian. Kadang saya sendiri merasa
berdosa telah berburuk sangka kepada Allah yang telah mengabulkan
keinginan-keinginan saya walaupun perlu waktu untuk menunggunya.
Ada satu pepatah
lagi yang menarik, “Kita tidak akan pernah menang jika kita tidak pernah
mencoba”. Artinya, kita harus memulainya
dari angka 0 jika ingin mendapatkan angka 10. Kita harus merasakan kegagalan
(terkadang berulangkali), jika ingin merasakan kesuksesan.
Gagal bukan suatu masalah besar, yang
menjadi masalah adalah jika kita malas untuk berusaha dan hanya menginginkan
hasil akhir yang cemerlang yang pada akhirnya akan menjerumuskan kita pada jalan
pintas berupa kecurangan dan kemusyrikan. (Naudzubillah Min Dzalik).
Janganlah putus
asa dan berpikir negatif jika kamu gagal meraih sesuatu. Berpikirlah jika hari ini kamu gagal, itu berati Allah tengah
mempersiapkan kesuksesan yang lebih indah untuk kamu raih di kemudian hari. Yang kamu perlukan hanya kesabaran dalam
menunggu kesuksesan yang suatu saat pasti Allah berikan, tentunya kamu juga
jangan pernah berhenti untuk mengusahakannya.
So, untuk yang
hari ini memperoleh kegagalan, berbahagialah! Karena Allah sedang mempersiapkan
kesuksesan yang jauh lebih indah untuk kamu nikmati suatu saat nanti. OK??.
WAllahu A’lam Bishowab
muhamadth